![]() |
| Terciduk guru dan siswa sedang "Bukbek" di dalam Kelas |
Kembali Kab. Purwakarta menghebohkan dunia Pendidikan di Indonesia, dengan dikeluarkannya PERDA tentang larangan penjual jajanan berada dilingkungan sekolah yang ada di kab. Purwakarta, yang berdampak pada aturan mewajibkan siswanya untuk membawa rantang (bekal makanan) untuk sarapan setiap paginya.
ini mengakibatkan terjadinya "Bukbek" hampir di setiap sekolah. banyak kalangan menanggapi positif kebijakan pemerintah kabupaten Purwakarta dalam mengatur "Pendidikan yang Berkarakter" dimulai dari tahun 2000 an ini dan menjadi cikal bakal Pendidikan Berkarter yang digulirkan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementrian Pendidikan Indonesia. namun tidak sedikit juga yang kurang setuju dengan kebijakan pemerintah daerah karena dianggap menghalangi rezeki para pencari keuntungan ini.
Diawal kemunculan peraturan Daerah ini cukup menimbulkan Pro-kontra antara semua pihak baik orang tua siswa, sekolah, terlebih pihak pedagang. Namun pemerintah daerah tidak serta merta membuat peraturan yang merugikan rakyatnya, kebijakan ini diimbangi dengan adanya uang pengganti/uang Kebijakan untuk para pedagang dan seiringnya waktu kegiatan bukbek ini terus berlanjut hingga saat ini.
Dampak Positif mulai dirasakan semua orang, mulai dari siswa, orang tua, warga sekolah, maupun pedagang. sehingga kegiatan "BUKBEK"(BUKa BEKel) atau "SARANTANG" terus dilakukan oleh setiap sekolah sebagai wujud pelaksanaan PENDIDIKAN BERKARAKTER yang ada di Kab. Purwakarta.
Salah satunya yang telah melaksanakn Bukbek/Sarantang adalah SDN 1 NANGEWER ( Raden Wijaya Atmaja). kali ini yang Terciduk adalah Kelas 6A SDN 1 Nangewer.
![]() |
| Ibu Suryati, A.Ma.Pd.wali kelas 6A makan bersama dengan siswa-siswi SDN 1 Nangewer (Raden Wijaya Atmaja) |
Siswa terlihat antusias Buka Bekel bersama dengan wali kelasnya (Suryati, A.Ma.Pd), para siswa berbagi bekal bersama dan saling membagi rasa hasil dari masakan orang tua/wali masing-masing. bagi siswa yang kedapatan tidak membawa bekal maka teman-teman yang lain saling menyisikan sedikit makanan untuk dibagi kepada siswa tersebut. terkadang siswa saling suap tanda rasa kasih sayang antar sesama.
![]() |
| Sri wage Mulyadi, S.Pd Kepala Sekolah SDN 1 Nangewer (Raden Wijaya Atmaja) |
Kepala sekolah SDN 1 Nangewer Bapak Sri Wage Mulyadi, S.Pd mengapresiasi setiap guru yang melaksanakan Program baik program pemerintah Pusat, Pemerintah daerah, Program kepala sekolah terlebih Program Pendididikan yang sehari-hari menjadi tanggung jawab sebagai pendidik dan tenaga kependidikan.
Kepala sekolah memberikan dukungan penuh serta Reward bagi guru yang melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan dan menghasilkan siswa-siswi yang berkarakter (inofatif & kreatif) yang dilandasi Iman dan Taqwa.
Ini menjadi contoh baik bagi sekolah-sekolah diluar kabupaten Purwakarta.
(Red. Ahmad Jupri, S.Pd)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar